5 Hal Utama Yang Menjadi Keunikan Cara Belajar Informatika

informatika dan pembelajaranya

Berikut adalah lima hal utama yang menjadi keunikan cara belajar Informatika .

1. Materi tentang Konsep Informatika

Untuk mempelajari suatu materi yang memuat konsep Informatika, ada dua cara yang ditawarkan.

a. Pertama, kalian menyimak dan mempelajari terlebih dahulu mengenai materi yang dibahas dari bacaan atau media lain, kemudian kalian berlatih dengan aktivitas tertentu. Berlatih itu penting untuk lebih memahami konsep.

b. Kedua, kalian belajar mandiri, yaitu kalian diajak untuk mengeksplorasi, beraktivitas terlebih dahulu, dengan harapan bahwa urutan langkah kegiatan yang dilakukan akan menuntun kalian untuk memahami materi yang sebenarnya sedang kalian pelajari dengan beraktivitas. Dengan cara ini, diharapkan, kalian tidak hanya menjadi pelaku aktivitas, tetapi juga beraktivitas sambil berpikir dan merajut pengetahuan di balik aktivitas tersebut. Konsep yang ada di balik aktivitas tersebut dapat kalian refleksikan, dihubungkan dengan konsep sebelumnya, dipraktikkan dan kelak akan kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah hakikat dari belajar!

2. Belajar Lewat Kasus-Kasus Nyata

Konsep yang dijelaskan di atas, disajikan dalam bentuk kasus nyata terkait kehidupan sehari-hari. Sebuah kasus hanya mewakili satu kejadian dalam banyak kejadian yang sejenis. Misalnya, pengolahan data pariwisata, hanya
mewakili salah satu dari banyak sekali jenis pengolahan data di dunia, misalnya data pemerintahan, data pertanian, data perikanan, data kesehatan atau data lainnya. Nah, di sinilah, kalian perlu menyelesaikan permasalahan untuk suatu kasus tertentu, kemudian menarik maknanya sehingga tidak hanya menyelesaikan kasus itu saja, tetapi kalian akan dapat menerapkan konsep yang sama untuk kasus “sejenis”. Carilah kesamaan “pola” yang melatar belakangi suatu kasus agar kalian dapat menyelesaikan kasus sejenis dengan mudah. Melalui kasus: Inilah salah satu cara belajar menyelesaikan masalah!

3. Aktivitas yang Dirancang pada Setiap Bab

Lakukan aktivitas yang dirancang langkah demi langkah secara saksama dan tidak terburu-buru. Melalui rangkaian tahapan aktivitas yang diberikan secara sistematis dalam buku ini, kalian sebenarnya sedang dituntun untuk mengalami, melakukan refleksi, memaknai dan merajut konsep informatika yang utuh berdasarkan elemen-elemen Informatika yang menjadi fokus.

Jadi, aktivitas tersebut dirancang bukan hanya sebagai kegiatan fisik, tetapi juga kegiatan olah pikir! Beberapa kegiatan disebut sebagai “starter”, untuk memulai. Kegiatan “memulai” ini penting karena akan membuka pintu untuk mendalami konsep dan menjadi syarat dalam melakukan aktivitas selanjutnya.

Dengan beraktivitas, penulis berharap kalian melatih dan membentuk pola pikir agar dapat menyelesaikan masalah secara lebih terstruktur, efisien, dan efektif. Dalam beberapa kasus, kalian akan diminta untuk menyelesaikan masalah yang diberikan tanpa menggunakan bantuan komputer atau alat apa pun, misalnya menghitung atau melakukan langkahlangkah program komputer secara manual. Setelah itu, kalian diminta untuk mengimplementasikan perhitungan tersebut di komputer.

Dengan demikian, kalian dapat melihat bahwa apa yang dilakukan oleh komputer, adakalanya tidak kelihatan, pada dasarnya adalah hal yang tidak ‘ajaib’, melainkan didasari dengan kemampuan kita menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang dilakukan oleh komputer harus diperik sa kebenarannya (diuji) oleh manusia.

Kalau manusianya tidak paham perhitungan, bagaimana ia memindahkan cara komputasi tersebut ke mesin? Bedanya adalah bahwa komputer dapat melakukan perhitungan dengan data lebih banyak dalam waktu lebih cepat.

Namun, untuk meyakinkan bahwa rumus atau algoritmanya benar, harus dicoba dulu oleh manusia dengan kasus kecil. Beberapa aktivitas akan dilakukan secara pairing (berpasangan) atau dalam kelompok kerja, seperti yang sudah dipraktikkan di kelas VII. Berpasangan atau bekerja kelompok bukan hanya sekadar berbagi pekerjaan, tetapi perlu untuk saling menguji pendapat dan ide, serta memperkaya pemikiran satu sama lain.

4. Pentingnya Refleksi, Memaknai, dan Mengoneksikan

Pengalaman Setelah mempelajari materi-materi yang diberikan, hendaknya kalian melakukan pengendapan materi dan melakukan koneksi dengan materi yang pernah dipelajari bahkan bukan hanya materi pelajaran Informatika.

Pengendapan dan mengoneksikan materi ini dapat dilakukan melalui ulasan kembali mengenai apa yang sudah kalian pelajari, menjawab pertanyaanpertanyaan reflektif yang membantu kalian menemukan kesimpulan, ajakan untuk merenungkan sesuatu berkaitan dengan materi, atau memimpikan suatu tindakan atau produk untuk masa depan. Melalui pengendapan dan mengoneksikan ini, diharapkan apa yang telah kalian pelajari tertanam dalam
diri kalian dan tidak mudah dilupakan, serta dapat dipakai sebagai modal dalam memakai informatika sebagai bagian penyelesaian persoalan sehari-hari.

5. Pentingnya Minat dan Motivasi

Belajar itu menyenangkan jika kalian berminat terhadap apa yang dipelajari. Informatika perlu dipelajari oleh semua orang karena saat ini hampir semua orang membutuhkan berinteraksi lewat perangkat TIK. Misalnya, betapa
mudahnya melakukan komunikasi lewat ponsel. Ponsel pintar adalah sebuah komputer kecil yang tersembunyi. Di kemudian hari, apalagi pada masa normal baru setelah pandemi Covid-19, TIK akan menjadi sarana komunikasi
yang lebih banyak dibutuhkan. Ponsel juga akan menjadi makin punya daya kekuatan (powerful) untuk dimanfaatkan sebagai salah satu sarana belajar. Kita tidak merdeka jika hanya menjadi pengguna. Bangsa Indonesia perlu untuk menjadi pencipta peralatan, sistem komputasi yang ikut membuat kehidupan lebih sejahtera dan bahagia. Untuk itu, penting belajar Informatika agar dapat tidak sekadar menjadi computationally literate, tetapi juga ikut menciptakan computational artefact, perangkat keras, perangkat lunak, karya TIK kreatif buatan bangsa Indonesia, bukan hanya menjadi pengguna TIK saja.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.