Mengenal Musyawarah di Lingkungan Rumah dan Sekolah Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas 4

Mengenal Musyawarah

 

1. Musyawarah di Rumah

Keluarga Budi berencana akan pergi bertamasya. Dalam menentukan tujuan bertamasya, Ayah selaku kepala keluarga mengadakan musyawarah yang dikuti oleh semua anggota keluarga.

Dalam musyawarah itu, ayah meminta seluruh anggota keluarganya untuk menyampaikan pendapatnya mengenai tempat yang menjadi tujuan bertamasya.

“Siapa diantara kalian yang akan memberikan usul duluan?,” tanya ayah kepada semuanya.

“Saya, Yah,” jawab Budi.

“Ayo apa usulmu, Nak?,” kata ayah.

“Bagaimana kalau kita pergi bertamasya ke gunung?” usul Budi.

“Baik, akan ayah tampung dulu. Rud, apa usulmu?” tanya ayah kepada Kak Rudi.

“Bagaimana kalau kita pergi ke kebun binatang, Yah?” usul Kak Rudi.

“Bagaimana dengan Ibu?” tanya ayah pada ibu.

“Bagaimana kalau kita pergi ke rumah nenek saja? Kan kita sudah lama tidak berkunjung ke rumah nenek.” Usul ibu.

“Baiklah semua usul dari kalian ayah terima dan hormati. Berikan ayah sedikit waktu untuk mengambil keputusan,” kata ayah.

“Baik, Ayah,” jawab semuanya.

Setelah mempertimbangkan semua pendapat, akhirnya ayah mengambil keputusan. “Setelah ayah pertimbangkan, kalau kita pergi ke gunung saat ini, akan membahayakan keselamatan kita, karena sekarang ini cuacanya sedang tidak bagus. Sedangkan kalau pergi rumah nenek, saat ini bukan waktu yang tepat, karena rumah nenek cukup jauh sehingga memerlukan waktu yang cukup lama.

Dengan demikian, tempat yang paling tepat untuk dijadikan tempat kita bertamasya adalah kebun binatang. Bagaimana, apakah kalian setuju?” tanya ayah pada Ibu, Budi, dan Kak Rudi.

“Setuju,” jawab mereka serempak.

Akhirnya keluarga Budi sepakat pergi bertamasya ke kebun binatang. Meskipun usulnya tidak dijadikan keputusan, akan tetapi Budi mau menerimanya dan melaksanakan keputusan musyawarah itu.

 

2. Musyawarah di Sekolah

Pada pelajaran hari ini, Bu Ika selaku wali kelas empat akan memusyawarahkan rencana belajar di luar kelas. Sebelumnya, siswa kelas empat juga mengadakan belajar di luar kelas dengan melakukan kunjungan ke hutan lindung. Bu Ika belum mempunyai pilihan tempat untuk dijadikan tempat belajar di luar kelas. Bu Ika pun segera merundingkannya dengan seluruh siswa kelas empat.

“Anak-anak, pada semester dua ini, ibu merencanakan untuk melaksanakan pembelajaran di luar kelas untuk mata pelajaran PPKn. Pelaksanaannya pada pertengahan semester ini, setelah kalian melaksanakan ulangan pertengahan semester. Bagaimana, apakah kalian setuju dengan rencana tersebut?” tanya Bu Ika.

“Setuju,” jawaban seluruh siswa serempak.

“Baiklah. Akan tetapi ibu belum menentukan tempat yang akan kita tuju. Karena ibu ingin kalian sendiri yang menentukannya. Siapakah diantara kalian yang akan memberikan usul?” tanya Bu Ika.

“Saya, Bu,” jawab Reva.

“Silakan kemukakan pendapatmu, Reva,” kata Bu Ika.

“Bagaimana kalau kita ke hutan lindung lagi, Bu?” Karena kita bisa kembali melihat perkembangan tanaman yang tumbuh di hutan tersebut,” usul Reva.

“Baik, ibu akan tampung dulu. Ada usulan lain?”

“Saya Bu,” jawab Nanda.

“Ya, silakan,” kata Bu Ika.

“Bagaimana kalau kita berkunjung ke kantor Pemerintahan Desa Sukamaju yang ada di dekat sekolah kita. Selain biayanya murah, kita juga bisa menanyakan kepada aparat desa mengenai lembaga-lembaga yang ada di pedesaan, serta mengenai proses musyawarah yang biasa dilakukan oleh pemerintahan desa,” usul Nanda.

“Bagus, ada yang mau berpendapat lagi?

“Saya, Bu,” jawab Budi.

“Silakan Budi,” kata Bu Ika.

“Bagaimana kalau kita berkunjung ke kantor kepolisian? Di sana kita akan mendapatkan informasi mengenai cara kerja polisi dalam memberantas kejahatan,” usul Budi.

“Baiklah, ibu rasa cukup. Sekarang kita mempunyai tiga pilihan tempat yang kita jadikan sebagai tempat belajar kita. Sekarang kalian pilih satu dari tiga tempat tersebut. Tuliskan tempat yang kalian pilih pada selembar kertas dan digulung,” jelas Bu Ika

Seluruh siswa kelas empat langsung melaksanakan perintah Bu Ika. Selang beberapa saat Bu Ika kembali bertanya: “Bagaimana, sudah selesai semuanya,”

“Sudah, Bu,” jawab mereka serempak.

“ Budi, Ika, coba kalian kumpulkan gulungan kertas yang ada pada teman kalian,” kata Bu Ika kepada Budi dan Reva.

“Baik, Bu,” jawab Budi dan Reva.

Setelah gulungan kertas tersebut terkumpul semuanya. Bu Ika menyuruh Budi untuk membacakan setiap pilihan dari temannya yang tertulis dalam gulungan kertas. Sementara itu, Sita menuliskannya di papan tulis. Kertas yang dibaca Budi sudah habis. Reva pun mulai menghitung jumlah suara yang diperoleh setiap pilihan tempat. Ternyata hasil penghitungan suara menunjukkan, sebagian besar siswa kelas empat menginginkan belajar di luar kelas pada semester dua ini dilaksanakan dengan melakukan kunjungan ke kantor Pemerintahan Desa Sukamaju yang ada di dekat sekolah.

“Anak-anak, hasil perhitungan suara menetapkan bahwa kelas kita akan berkunjung ke kantor Pemerintahan Desa Sukamaju. Ini adalah keputusan musyawarah, yang berarti keputusan bersama. Kalian harus mematuhi keputusan musyawarah ini. Jangan ada yang merasa kecewa karena tempat yang diusulkannya tidak terpilih,” tegas Bu Ika.

Mendengar penjelasan Bu Ika, semua siswa kelas empat menerima hasil keputusan musyawarah yang mereka lakukan. Mereka sangat gembira, karena sebentar lagi akan belajar di luar kelas.

 

 

Jawablah pertanyaan berikut ini!

  1. Apa saja yang harus kita perhatikan ketika menyampaikan pendapat dalam kegiatan musyawarah?

Jawaban: Hal-hal yang harus diperhatikan ketika menyampaikan pendapat:

  1. Disampaikan dengan jelas
  2. Tidak menyinggung perasaan orang lain
  3. Tidak memotong pembicaraan orang lain
  4. Tidak bertele-tele
  5. Tidak memaksakan pendapatnya kepada orang lain.
  6. 2. Apa akibat yang akan terjadi apabila setiap peserta musyawarah tidak mamatuhi aturan ketika menyampaikan pendapat?

Jawaban: Musyawarah akan sulit mencapai kesepakatan, dan sangat mungkin akan menyebabkan terjadinya perselisihan.

  1. Sebagai ketua kelas, Andi ditugaskan oleh Bu Dewi untuk memimpin musyawarah kelas untuk membahas mengenai jenis kesenian yang akan ditampilkan oleh Kelas IV pada kegiatan pentas seni. Akan tetapi, Andi langsung memutuskan sendiri jenis kesenian yang akan ditampilkan oleh kelasnya tanpa bermusyawarah terlebih dahulu.

Berdasarkan cerita tersebut, bagaimana penilaian kalian terhadap sikap yang ditampilkan oleh Andi? serta apa akibatnya?

Jawaban: Sikap Tono itu sudah sesuai dengan nilai Pancasila terutama sila keempat, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.