Sejarah dan Cara Kerja Printer

Pengertian Printer

[Sudut-PC] Sejarah dan Cara Kerja Printer. Secara harfiah, kata printer ini asalnya dari bahasa Inggris. Yakni “Print” artinya “mencetak”, dan “er” pada akhirannya membuat arti printer menjadi “pencetak”. Sehingga dapat juga diartikan sebagai alat pencetak.

Kehadiran printer sangat penting bagi banyak kalangan. Pekerja kantoran, pelajar, maupun masyarakat umum yang sedang memiliki keperluan terkait cetak dokumen.

Printer bisa dipakai untuk mencetak tulisan, gambar, grafik dan lain-lain dari bentuk digital ke bentuk kertas. Umumnya sekarang dipakai untuk mencetak dokumen untuk perusahaan, organisasi, sekolah dan lain-lain.

Sejarah Printer

Seperti yang telah kita ketahui, printer merupakan alat yang digunakan untuk mencetak dokumen baik itu berupa teks maupun gambar, yang diaplikasikan di atas kertas atau bahan lainnya. Printer, adalah salah satu alat percetakan yang sering kita jumpai di kantor-kantor atau instansi. Printer adalah sebuah peripheral yang biasa kita gunakan setiap hari. Namun tahukah anda model pertama alat ini hingga berevolusi menjadi printer yang ada saat ini?

Teknik cetak mencetak sebenarnya telah dilakukan secara konvensional di Cina pada abad ke-14. Inovasi yang dilakukan masyarakat China untuk menciptakan tinta dan block printing sangat berpengaruh besar terhadap tradisi tulisan. Namun, perkembangan di China tak sedahsyat perkembangan yang terjadi di kawasan Eropa. Hal ini lantaran tulisan alfabet China memiliki ribuan spesifik ideogram sehingga sangat sulit apabila diterapkan ke media mesin ketik. Dampaknya, hampir tidak ada perubahan yang berarti perihal efisiensi produksi di Cina sebagaimana perkembangan yang terjadi di Eropa.

Sejarah penemuan printer diawali dari terobosan besar yang datang sekitar tahun 1440 oleh Johannes Gutenberg. Gutenberg adalah seorang pengusaha dari Mainz, Jerman. Gutenberg menciptakan sebuah metode pengecoran potongan-potongan huruf di atas campuran logam yang terbuat dari timah. Potongan-potongan ini dapat ditekankan ke atas halaman berteks untuk percetakan. Metode penemuan pencetakan oleh Gutenberg secara keseluruhan bergantung kepada beberapa elemennya di atas penggabungan beberapa teknologi dari Asia Timur seperti kertas, pencetakan dari balok kayu dan mungkin pencetakan yang dapat dipindahkan, ciptaan Bi Shen, ditambah dengan permintaan yang meningkat dari masyarakat Eropa untuk pengurangan harga buku-buku yang terbuat dari kertas. Metode pengetikan ini bertahan selama sekitar 500 tahun.

 

Sejarah Printer dan Jenis-Jenisnya

Gambar Johannes Gutenberg

Sejarah Printer dan Jenis-Jenisnya  Sejarah Printer dan Jenis-Jenisnya

Berikut ilustrasi mesin cetak pertama yang ditemukan oleh Johannes Gutenberg:

 

Gambar Mesin Cetak Pertama Buatan Johannes Gutenberg

Seiring waktu, teknologi printer terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan pengguna pada masa nya. Paska perang dunia II di awal tahun 1950-an, di Eropa terjadi perkembangan budaya yang sangat pesat untuk membuat kebutuhan akan proses produksi dokumen tulisan yang cepat dan murah. Pada masa ini, inovasi inovasi terbaru dalam dunia percetakan mulai dikembangkan. Dimulai dari IBM yang memperkenalkan printer dot matrix pertama. Kemudian, di tahun 1984 printer ink jet untuk pertama kali dikenalkan dan diproduksi dalam skala besar pada tahun 1990.

Printer dalam bahasa Indonesia berarti pencetak (alat cetak) dan seperti yang telah diketahui bersama, Printer adalah sebuah perangkat keluaran (output) berupa piranti keras (hardware) yang terhubung ke komputer atau perangkat digital lain. Printer mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar dan tampilan digital lainnya ke berbagai media cetak seperti kertas dan sejenisnya.

Istilah yang dikenal untuk resolusi printer pada umumnya adalah DPI (dot per inch), yaitu banyaknya jumlah titik dalam luas area 1 inci yang dihasilkan sebuah printer. Semakin tinggi angka DPI dari sebuah printer, maka akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan dan demikian juga sebaliknya. Ada beberapa printer inkjet yang menawarkan kemampuan maksimal hanya sampai 1200×1200 DPI, ada juga yang mampu mencetak gambar dengan resolusi sampai 5760×1440 DPI.

Printer dalam perkembangannya telah mengalami perubahan yang pesat sama halnya dengan perangkat output dan input komputer lainnya. Perkembangan printer pun masih berlanjut hingga saat ini. Persaingan antar produsen printer semakin hebat dimana masing-masing produsen terus-menerus mengeluarkan inovasi dan produk terbaik mereka. Evolusi printer juga telah banyak dilakukan dari sejak ditemukannya perangkat ini hingga sekarang baik dari segi ukuran, kecepatan, harga, kualitas, kuantitas, maupun teknik pengoperasiannya.

Oleh karena itu, Kami akan mencoba mengelompokkan printer berdasarkan teknologi yang digunakan:

Daisy Wheel

Printer jenis ini menggunakan kumpulan huruf yang tersusun dalam sebuah piringan. Oleh pemakainya, piringan tersebut dapat diganti-ganti sesuai dengan jenis huruf yang diinginkan. Cara kerjanya relatif sangat lambat dan tidak lebih cepat dari mesin ketik listrik biasa. Walaupun demikian, kualitas huruf yang ditampilkan oleh printer jenis ini sangat bagus.

Kelemahan lain dari printer jenis ini adalah tidak bisa digunakan untuk mencetak gambar atau grafis. Pada saat mencetak, mekanisme printer jenis ini akan memutar piringan sehingga posisi huruf yang dibutuhkan bisa tepat pada tempat yang dibutuhkan.

Pada posisi seperti itu, palu/pemukul (hammer) akan menekan huruf yang bersangkutan sehingga menyentuh pita karbon dan kemudian akan diteruskan diatas kertas yang berada dibalik karbon/pita, sehingga terjadilah pencetakan huruf demi huruf.

Karena cara mencetak printer jenis ini berdasar huruf demi huruf, maka dikenal juga sebagai Character-Printer. Kecepatan cetaknya relatif lambat, berkisar 40 hingga 100 karakter per detiknya.

Sejarah dan Cara Kerja Printer Sejarah Printer dan Jenis-Jenisnya

Gambar Daisy Wheel

Jenis dan Cara Kerja Printer

Jenis dan Cara Kerja Printer

Adapun untuk cara kerja printer, dibeda-bedakan melalui jenisnya. Kalau melihat perkembangan sekarang, tentu ada banyak sekali jenis-jenis printer yang tersedia. Namun, secara umum hanya ada 4 jenis saja printer yang sering ditemukan.

Berikut akan dibahas mengenai 4 printer tersebut lengkap beserta cara kerjanya. Silakan disimak:

1. Cara Kerja Printer Dot Matrix

Sejarah dan Cara Kerja Printer

Pada tahun 1957, IBM merilis printer pertama kali, dinamakan Dot Matrix. Printer ini diketahui terkenal dengan suaranya yang cukup kertas, dan cetakan yang dihasilkan printer ini terlihat seperti berhubungan satu sama lain, dan hanya memiliki satu catridge warna hitam dan beberapa warna lainnya.

Printer Dot Matrix juga bisa dipakai untuk mencetak kertas double menggunakan karbon. Selain itu dapat juga dipakai untuk printing kertas tanpa terputus, bahkan bisa memakai tinta jenis waterproof.

Cara kerja printer Dot Matrix seperti ini:

  1. Pertama komputer mengirimkan terlebih dahulu sinyal ke printer. Selanjutnya rollerprinter menarik kertas yang terdapat pada handing-paper untuk masuk ke dalam
  2. Selanjutnya, printer akan memposisikan head yang terdapat jarum (pin) ke posisi yang sudah ditentukan komputer sebelumnya
  3. Setelah posisinya sudah tepat, jarum yang terdapat pada head printer akan membuat pukulan pita, untuk membuat pola titik pada kertas. Kerjanya mirip seperti mesin ketik konvensional

Nah, setelah itu pola yang terbentuk akan menghasilkan karakter-karakter persis seperti yang telah dibuat di komputer sebelumnya.

2. Cara Kerja Printer Inkjet

Sejarah dan Cara Kerja Printer

Printer Inkjet merupakan pengembangan dari printer Dot Matrix. Printer ini memiliki cara kerja dengan menggores tinta untuk mencetak karakter-karakter pada dokumen, dan mampu membuat dokumen dengan ukuran sangat besar dimana kualitasnya tetap baik.

Printer Inkjet termasuk jenis printer yang paling banyak dipakai saat ini. Dikarenakan harganya yang murah, kinerjanya bagus, bisa dilakukan isi ulang tinta serta dapat dilakukan cleaning sewaktu-waktu.

Printer ini memiliki resolusi yang bervariasi, dimulai dari 1200 dpi hingga ada yang mencapai 5760×1440 dpi.

Cara kerjanya kurang lebih seperti ini:

  • Setelah terdapat arus listrik masuk, pada fase ini printer akan melakukan learning dan mencari sinyal komputer
  • Selanjutnya printer akan menerapkan pengaturan-pengaturan yang dilakukan di komputer. Misalnya ukuran font, warna dan lain-lain. Semuanya akan masuk ke rangkaian controller printer untuk menjadi acuan tahap selanjutnya.
  • Kalau sudah, printer akan masuk ke tahap pencetakan. Di sini printer akan mencetak dengan berpanduan pada basis-basis data yang terhantarkan di kabel USB.
  • Head printer akan bekerja untuk membuat karakter-karakter sesuai yang tertera di komputer sebelumnya.

Yang terakhir, printer akan mengeluarkan kertasnya melalui roller menandai bahwa proses pencetakan sudah selesai.

3. Cara Kerja Thermal Printer

Sejarah dan Cara Kerja Printer

Thermal Printer merupakan printer yang banyak dipakai sebagai alat cetak di kasir-kasir. Teknologi printer ini tidak memakai tinta, seperti printer Dot Matrix yang kita bahas sebelumnya. Printer ini juga terkenal mudah dirawat, karena hanya perlu diisi ulang ketika sudah habis.

Cara kerja pada mesin printer thermal, kurang lebih mirip dengan mesin FAX pada umunya. Proses pencetakannya tidak melalui tinta maupun pita, melainkan menggunakan proses pemanasan pada komponen head, untuk menghasilkan teks atau tulisan menggunakan metode pemanasan elektrik.

Printer ini selain untuk kasir juga biasa dipakai untuk mencetak barcode. Hasilnya yang tanpa menggunakan tinta membuat dokumen menjadi awet.

Selain itu, printer thermal juga banyak dipakai di kios-kios yang menawarkan jasa. Pengisian pulsa, token PLN, bukti pembayaran listrik, hingga transaksi mobile banking.

4. Cara Kerja Printer Laser

Sejarah dan Cara Kerja Printer

Printer laser bekerja dengan memakai komponen utama yang disebut photoreceptor. Komponen ini berupa drum yang dapat berputar dari photoconductive yang telah terpotong-potong sebelumnya. Ketiak drum berputar, printer akan mengeluarkan sinar laser di seluruh permukaan dokumen untuk melepaskan bagian-bagian tertentu.

Setelah itu, barulah laser tersebut akan menarik huruf ataupun gambar yang ingin dicetak menjadi pola yang terdapat muatan listrik di dalamnya.

Printer laser ini pada perkembangannya memiliki secara yang masih tergolong baru. Memiliki beberapa keunggulan, misalnya memiliki kemampuan cetak yang lebih tinggi kalau dibandingkan dengan printer-printer sebelumnya. Kemudian printer laserjet juga memiliki kemampuan minimal dapat mencetak 10 lembar kertas hanya dalam satu menit.

Hasil cetak dokumen dari printer ini juga relatif cepat kering. Bahkan penggunanya dapat meminimalisir biaya cetak juga di waktu yang sama.

5. Cara Kerja Printer 3D

Sejarah dan Cara Kerja Printer

Printer 3D ini merupakan teknologi masa kini dan akan berkembang lebih jauh lagi di masa depan.

Apa itu printer 3D? Dan bagaimana sih cara kerjanya?

Printer 3D merupakan sebuah alat yang dapat melakukan proses pembuatan benda padat (3 dimensi), dimana asalnya dari file digital. Pembuatan objek 3D ini berasal dari proses additive. Dalam proses mencetaknya, objek dibuat dengan cara diletakkan sebuah bahan atau material sedikit demi sedikit sampai objek tersebut jadi.

Setiap lapisannya terlihat seperti penampang horizontal yang terlihat dari objek tersebut.

Untuk cara kerjanya sendiri printer 3D berasal dari file CAD (Computer Aided Design), kemudian file CAD dapat dibuat melalui aplikasi-aplikasi 3D Modelling maupun alat Scanner 3D (untuk scanning objek).

Sudah banyak perusahaan yang memakai printer ini untuk membantu proses pembuatan benda-benda yang sulit dibuat tangan. Mungkin di masa depan akan lebih banyak lagi diterapkan.

Demikian Sejarah dan Cara Kerja Printer semoga menjadi referensi bagi kalian.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.