Cara Membuat Bootable Flashdisk

Bismillahirrahmanirrahim, Cara membuat bootable flashdisk – Untuk melakukan install ulang ada 2 cara atau metode yang bisa kamu gunakan. Yang pertama adalah dengan menggunakan DVD ROM dan yang kedua menggunakan bootable flashdisk. Sayangnya sekarang tidak semua laptop dibekali dengan DVD ROM bawaan yang berisi file instalasi Windows. Namun, jangan khawatir, kamu tetap bisa install ulang Windows dengan cara membuat bootable flashdisk.

Bootable USB flashdisk adalah flashdisk yang sudah berisi file ISO Windows untuk keperluan install ulang. Bootable flashdisk hadir menjadi jawaban sebagai media instalasi Windows bagi kamu yang tidak punya DVD ROM.

Pilihan install ulang Windows dengan flashdisk juga lebih direkomendasikan karena jarang terjadi corrupt file pada saat proses instalasi berlangsung. Terdapat beberapa cara untuk membuat bootable flashdisk dari mulai yang menggunakan software hingga yang tanpa software.

Download File ISO Windows

Sebelum mulai membuat bootable flashdisk untuk install ulang, maka kamu memerlukan file ISO Windows atau sistem operasinya terlebih dahulu. Karena nantinya file ISO inilah yang akan dimasukkan ke dalam flashdisk. Kalau kamu sudah punya file-nya, maka kamu bisa melewati tahap ini dan langsung lompat ke tahap cara pembuatan bootable flashdisk.

Untuk mendapatkan file ISO Windows, kamu bisa mencari dan men-download-nya di internet atau di Google. Pada artikel kali ini kami akan memberikan contoh cara download file ISO Windows 10.

1. Langkah pertama, buka halaman download Windows 10.

2. Kemudian, scroll ke bawah dan klik tombol Download tool now berwarna biru.

3. Sekarang download software Media Creation Tool atau setup Windows 10 tersebut.

4. Setelah selesai di-download, buka file-nya. Maka akan tampil syarat dan ketentuan penggunaan. Klik tombol Accept untuk melanjutkan proses.

5. Kemudian pada jendela What do you want to do, pilih opsi kedua atau Create installation media (USB flash drive, DVD, or ISO file) for another PC dan klik tombol Next.

6. Selanjutnya kamu harus memilih bahasa, edisi dan arsitektur untuk file ISO Windows yang akan dibuat. Pilihan arsitektur adalah pilihan bit yang ingin dipasang, tersedia dua opsi yaitu 64-bit dan 32-bit. Sesuaikan dengan spesifikasi laptop yang kamu gunakan. Kalau kamu bingung, centang saja Use the recommended options for this PC supaya membiarkan sistem menentukan pengaturan yang cocok untuk laptop kamu. Kalau sudah klik tombol Next.

Download file ISO Windows-10

7. Berikutnya pada jendela Choose which media to use, pilih opsi ISO file. Klik tombol Next. Pilih lokasi penyimpanan file ISO yang akan dibuat.

8. Terakhir, tinggal menunggu proses pembuatan file ISO Windows selesai.

Cara di atas adalah untuk men-download dan mendapatkan file ISO Windows 10 dan hanya merupakan salah satu contoh saja. Untuk kamu yang ingin menggunakan Windows 7 atau Windows 8, maka caranya juga pasti berbeda. Kamu harus mencari caranya sendiri atau langsung download file ISO-nya di Google.

Baca juga: Cara membuat restore point Windows

Mengetahui Tipe Partisi Hardisk Laptop

Langkah selanjutnya sebelum mulai membuat bootable flashdisk adalah mengetahui tipe partisi hardisk terlebih dahulu. Hal ini penting dan fatal untuk dilakukan karena jika saat proses pembuatan bootable flashdisk menggunakan rufus kamu salah memilih tipe partisi maka bisa-bisa bootable flashdisk-nya tidak bisa digunakan.

Pada umumnya ada 2 tipe partisi hardisk, yaitu MBR dan GPT. Perangkat PC atau laptop lawas biasanya menggunakan tipe partisi hardisk MBR. Sementara tipe partisi hardisk GPT digunakan oleh perangkat-perangkat terbaru masa kini.

Berikut cara mengetahui tipe partisi hardisk laptop dengan mudah.

1. Buka Command Prompt dengan cara klik kanan dan pilih Run as administrator.

2. Kemudian ketikkan diskpart dan tekan tombol Enter.

Ketik diskpart dan tekan ok

3. Setelah itu, ketik list disk dan tekan tombol Enter lagi.

Tampilan diskpart cmd

4. Sekarang kamu akan melihat daftar partisi hardisk laptop kamu beserta tipenya. Jika pada kolom GPT terdapat bintang, maka partisi hardisk kamu adalah GPT. Jika tidak ada maka tipe partisi hardisk-nya MBR.

Sekarang dengan mengetahui tipe partisi hardisk kamu tidak perlu khawatir salah memilih dan mengalami kegagalan saat membuat bootable flashdisk nantinya.

Kalau kamu sudah mendapatkan file ISO OS yang kamu inginkan dan sudah mengetahui tipe partisi hardisk, maka sekarang kamu bisa langsung membuat bootable flashdisk sendiri.

Flashdisk yang akan dibuat bootable harus sudah diformat dan dalam keadaan kosong atau fresh. Maka dari itu pastikan kamu sudah melakukan back-up data yang ada di flashdisk dan memformatnya terlebih dahulu. Kalau sudah, beriktut 3 cara membuat bootable flashdisk Windows 7, 8, 10.

Cara Membuat Bootable Flashdisk Dengan Rufus

Rufus adalah software pembuat bootable flashdisk terbaik karena gratis, ukurannya kecil, ringan, mudah digunakan dan tersedia dalam versi portable.

Rufus sudah menjadi pilihan pertama bagi para pengguna Windows yang ingin membuat bootable flashdisk untuk install ulang. Selain bisa digunakan untuk sistem operasi Windows, Rufus juga mendukung sistem operasi lainnya seperti Linux, Fedora, Ubuntu dan lain-lain.

Rufus tersedia dalam 2 versi, yaitu versi installer dan portable. Kalau kamu download Rufus versi installer maka kamu harus meng-install-nya terlebih dahulu di laptop, sebelum bisa menggunakannya. Sedangkan, kalau kamu download yang versi portable, maka kamu bisa langsung menggunakannya tanpa harus meng-install-nya. Oleh karena itu versi portable lebih disarankan karena lebih efektif dan efisien dalam menghemat waktu.

Berikut cara membuat bootable flashdisk dengan Rufus.

1. Download Rufus portable terlebih dahulu. Supaya proses berjalan dengan lancar, sebaiknya download Rufus versi terbaru.

2. Setelah selesai download Rufus, sekarang tancapkan flashdisk yang akan dibuat menjadi bootable. Pastikan kapasitas flashdisk minimal 4 GB agar bisa menampung file instalasi Windows.

3. Kemudian buka software Rufus portable dengan cara klik kanan dan pilih Run as administrator.

4. Apabila kotak konfirmasi muncul, klik saja tombol Yes.

5. Sekarang jendela Rufus akan tampil. Kalau flashdisk kamu sudah dimasukkan dengan benar, maka seharusnya nama dan kapasitas flashdisk muncul di pilihan Device. Kalau flashdisk yang ditancapkan lebih dari 1, pilih salah satu flashdisk yang ingin dibuat bootable pada piilihan Device.

Memilih bootable flashdisk di rufus

6. Pada bagian Boot selection pastikan opsi yang terpilih adalah Disk or ISO image. Secara otomatis seharusnya opsi tersebut sudah menjadi pilihan bawaan. Lalu klik tombol SELECT yang ada di samping kanannya dan pilih file ISO Windows yang sudah kamu dapatkan sebelumnya.

7. Kemudian pada bagian Partition scheme sesuaikan dengan tipe partisi hardisk kamu yang sudah diketahui terlebih dahulu pada tahap sebelumnya.

8. Sementara pada bagian Target system biarkan default saja.

9. Dan pada bagian File system pilih opsi NTFS. Untuk lebih lengkapnya silahkan perhatikan gambar berikut.

Pengaturan Rufus

10. Kalau semua pengaturan sudah selesai, sekarang tekan tombol START untuk memulai proses pembuatan bootable flashdisk.

Cara membuat bootable flashdisk dengan Rufus

11. Setelah itu biasanya akan muncul notifikasi untuk format flashdisk, kalau muncul klik saja tombol OK.

12. Proses pembuatan bootable flashdisk segera dimulai dan kamu bisa melihatnya pada bar Status. Cepat atau lambatnya proses ini tergantung pada ukuran file ISO dan kapasitas flashdisk yang digunakan.

13. Proses telah selesai dengan ditandai bar status yang penuh dan berwarna hijau serta muncul tulisan READY.

Proses pembuatan bootable flashdisk dengan Rufus sudah selesai. Sekarang kamu bisa langsung menggunakan flashdisk tersebut untuk melakukan install ulang.

Cara Membuat Bootable Flashdisk Tanpa Software

Selain menggunakan bantuan software pihak ketiga, kamu bisa membuat bootable flashdisk sendiri tanpa software sama sekali. Cara membuat bootable flashdisk tanpa software adalah dengan mengandalkan software bawaan Windows, yaitu Command Prompt atau yang biasa disingkat dengan CMD.

Dengan CMD maka kamu tidak memerlukan tambahan software dan tidak perlu download install program baru. Meskipun tanpa bantuan software apapun, bukan berarti cara ini sulit, hanya saja prosesnya memang sedikit lebih panjang daripada ketika menggunakan software seperti Rufus.

Cukup dengan menggunakan CMD, kamu bisa memformat flashdisk hingga membuatnya menjadi bootable sehingga bisa menyimpan file ISO Windows dan menginstall Windows.

Cara ini cocok bagi kamu yang tidak punya kuota atau tidak ingin menambah software tambahan karena untuk menjaga ruang penyimpanan dan daya laptop. Untuk mulai membuat bootable flashdisk tanpa software ikuti cara berikut ini.

Baca juga: Cara mengatasi blue screen Windows 10

Cara Membuat Bootable Flashdisk Dengan CMD

Pastikan kamu sudah menyiapkan file ISO atau file instalasi Windows-nya dan USB flashdisk yang sudah diformat terlebih dahulu. Kalau semuanya sudah siap, ikuti cara membuat bootable flashdisk dengan CMD di bawah ini.

1. Tancapkan flashdisk ke port USB laptop.

2. Pastikan flashdisk sudah terdeteksi dan terbaca oleh laptop.

3. Buka Windows Run dengan cara menekan kombinasi tombol Win + R.

4. Ketik diskpart dan tekan tombol Enter. Apabila muncul konfirmasi UAC klik tombol Yes.

Ketik diskpart dan tekan ok

5. Sekarang jendela CMD akan terbuka. Pada jendela CMD tersebut ketik list disk dan tekan tombol Enter untuk menampilkan daftar drive eksternal yang terdeteksi.

Tampilan diskpart cmd

6. Pada daftar disk yang tampil, lihat disk mana yang merupakan flashdisk kamu. Cara mengetahuinya bisa dilihat dari ukuran atau size-nya. Pada contoh kali ini flashdisk yang digunakan adalah disk 1 karena ukurannya 4 GB (3840 MB).

7. Lalu ketik select disk 1 dan tekan tombol Enter untuk memilih flashdisk. Ganti 1 dengan nomor disk USB flashdisk kamu.

8. Setelah flashdisk terseleksi, ketik clean tekan tombol Enter. Hal ini dilakukan untuk menghapus file system, partisi dan data yang masih ada di flashdisk. Atau dengan kata lain format flashdisk sampai bersih.

9. Apabila proses format flashdisk berhasil maka akan muncul tulisan DiskPart succeeded in cleaning the disk.

10. Selanjutnya ketik create partition primary dan tekan tombol Enter untuk membuat partisi baru pada flashdisk.

11. Apabila proses pembuatan partisi pada flashdisk berhasil maka akan muncul tulisan DiskPart succeeded in creating the specified partition.

12. Sekarang set agar partisi yang sudah dibuat menjadi aktif dengan cara ketik active dan tekan tombol Enter.

13. Apabila berhasil diset aktif maka akan muncul tulisan DiskPart marked the current partition as active.

14. Berikutnya format partisi tersebut dengan sistem file FAT32. Caranya ketik format fs=fat32 label=anas quick dan tekan tombol Enter. Ganti “anas” dengan nama label flashdisk kamu.

15. Dan apabila proses format partisi flashdisk berhaisl maka akan muncul tulisan 100 percent completed dan DiskPart successfully formatted the volume tepat di bawahnya. Berikut gambar lengkap langkah-langkahnya di CMD dari awal.

Cara membuat bootable flashdisk dengan cmd

16. Sekarang flashdisk kamu sudah menjadi partisi primary yang bootable dan aktif. Atau dengan kata lain sudah berubah menjadi bootable flashdisk.

17. Keluar dari jendela diskpart CMD dengan cara ketik exit dan tekan tombol Enter.

Langkah selanjutnya adalah menyalin dan menempelkan semua isi file ISO instalasi OS ke dalam bootable flashdisk yang barusan dibuat. Ikuti langkah-langkah berikut.

1. Mount file ISO.

2. Copy semua isinya.

Klik copy

3. Paste ke dalam bootable flashdisk.

4. Tunggu proses paste sampai selesai.

5. Selesai. Bootable flashdisk siap digunakan.

Sekarang flashdisk tersebut sudah siap digunakan untuk menginstall Windows. Tanda kalau proses pembuatan bootable flashdisk tanpa software ini adalah icon USB flashdisk berubah menjadi icon installer.

Nah itulah 3 cara membuat bootable flashdisk Windows 7, 8, 10. Sekarang kamu sudah bisa membuat bootable flashdisk sendiri di rumah dan bisa langsung install ulang Windows sendiri. Bagaimana? Mudah bukan?

Tinggalkan komentar